kumpulan cerita ibu rumah tangga

Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 September 2015

Meracau Sendiri

Hahaha... Maaf ya kalau
gambar ilustrasinya begini =D
Sumber
Apakah kita ini termasuk orang yang tanpa disadari suka meracau sendiri? Kalau saya sendiri jujur mengakuinya ya, terkadang saya termasuk orang yang suka meracau sendiri, apalagi bila ada hal-hal yang terjadi diluar dari rencana atau prediksi saya. Mungkin lebih tepatnya ngedumel sendiri kali ya =D

Kegiatan aneh ini pernah juga saya temui pada beberapa orang saat saya sedang bepergian. Contohnya, saat kemarin saya sedang menuju ke daerah Senen dan menumpang angkutan moda commuter line. Di dalam commuter line itu saya tidak kebagian tempat duduk (yah memang lebih baik memberikan jatah tempat duduk kita kepada orang yang lebih membutuhkan kan ;) ), posisi berdiri saya dekat dengan pintu. Sambil bersandar dan berpegangan pada teralis baja yang menempel di pintu saya asyik memperhatikan satu per satu penumpang yang ada di dalam gerbong khusus wanita yang saya naiki ini.

Minggu, 30 Agustus 2015

Bicara Tentang Gengsi

Sumber
Bicara tentang gengsi dimana setiap orang pasti memilikinya. Rasa gengsi itu ada karena kita memiliki harga diri dan keegoisan untuk selalu dihargai oleh orang lain. Wajar sie ya kalau kita memiliki rasa gengsi ini, apalagi kaun hawa seperti kita ini =D Namun rasa gengsi itu akan berubah menjadi hal yang justru menjatuhkan harga diri kita sendiri dan tentu saja bisa menyusahkan hidup kita juga.

Mohon maaf sebelumnya bila ada yang tersinggung dengan apa yang saya sampaikan ini, saya hanya ingin sharing dengan tema gengsi ini, saya hanya ingin bertukar cerita bahwa tidak mengapa kita memiliki rasa gengsi, namun alangkah lebih baiknya bila kita mampu untuk menyimpan dan mengesampingkan rasa gengsi tersebut, khususnya untuk saat-saat tertentu dan pada suatu situasi atau kondisi yang kurang menyenangkan.

Senin, 10 Agustus 2015

Sudah Biasa...

“Sudah biasa…” mungkin itu yang akan kita ucapkan bila kita mendapatkan perlakukan yang sama dari orang lain. Mungkin karena sudah terlalu sering diperlakukan seperti itu jadi kita merasa percuma bila bertindak atau berlaku. Mungkin karena kita sudah terlalu malas untuk menanggapinya. Atau mungkin juga karena ada hal yang kurang berkenan di hati orang tersebut terkait kehadiran kita. Who knows?

Kita ini hidup serba salah =D Ibarat sebuah hikayat tentang seorang ayah, anaknya dan seekor keledai. Suatu ketika mereka sedang melakukan perjalanan. Saat berangkat dari rumah, si ayah menyuruh anaknya agar menaiki keledai yang ikut pergi bersama mereka. Setelah mereka sampai di sebuah desa, orang-orang mulai melihat dengan pandangan aneh dan berkata, “Sungguh terlalu si anak tersebut, tega sekali membiarkan ayahnya berjalan dan menuntun keledainya sementara dia enak-enakan duduk di atas keledai”. Si ayah dan si anak yang mendengar pembicaraan orang-orang di desa tersebut akhirnya berfikir dan segera berganti posisi, kali ini si ayah yang berada di atas keledai.

Minggu, 09 Agustus 2015

Permak Wajah Gratis

Sumber
Masing-masing orang pasti memiliki sifat jelek, begitu pula saya. Ingin rasanya melakukan “operasi plastik palsu” atau “permak wajah gratis”. Apa pula maksudnya istilah itu? =D Itu hanyalah istilah usang yang dulu pernah saya tulis sebagai kalimat pembuka pada sebuah artikel, dimana artikel tersebut hanya sampai pada kalimat pembukanya saja, tidak selesai sama sekali, haha -___-“

Mungkin, dari sekian banyak kekurangan atau sifat jelek saya, salah satu yang sangat ingin saya ubah adalah wajah cemberut mengkerut seperti jeruk purut ini. Setiap kali mood saya sedang jelek, atau sedang sensitif karena datang bulan, atau pun karena sebab lainnya, maka setiap kali itu pula wajah saya berubah cemberut, sangat tidak enak dipandang mata.

Selasa, 04 Agustus 2015

Dinikmati Saja...

Sebenarnya tulisan ini saya buat di HP sebagai bentuk luapan perasaan (cieee...), mungkin karena pada saat itu charger laptop saya sedang konslet, jadi daripada kata-katanya terbuang percuma ya lebih baik saya tuangkan kedalam bentuk tulisan ini ^^

Ya, nikmati saja setiap kesulitan yg hadir di hidup kita. Nikmati saja setiap peluh dari kerja keras dan pengorbanan kita. Nikmati saja setiap perih dari perjalanan kita. Just enjoying... =) Kalimat-kalimat penyemangat tersebut terkadang dirasa cukup ampuh untuk membuat semangat kita bangkit kembali, meskipun di lain waktu sering kali hanya terdengar sebagai selentingan kalimat yang biasa saja. Efek dari kalimat positif itu pada dasarnya terletak pada diri kita sendiri kan, jadi kalimat itu akan menjadi positif atau negatif tergantung dari bagaimana perspektif kita menilainya.